Musim teror bom telah tiba dan hal ini di awali dari Ibu Kota, ancaman bom pun kemudian menjalar ke mana-mana. Akibatnya situasi mencekam menyandera. Secara silih berganti di berbagai wilayah, masyarakat melaporkan telah menerima paket mencurigakan. Meski kemudian terbukti bukan paket bom, namun teror ini telah berhasil membuat masyarakat secara terus menerus dilanda kecemasan. Stamina dan konsentrasi aparat penegak hukum pun terkuras.
Jadi bisa dikatakan target teror bom sudah tercapai dan tentunya para teroris tertawa karena ada bom yang berhasil meledak dan berhasil mencederai anggota kepolisian
Walaupun bom yang di pergunakan oleh para teroris berbentuk buku, tapi ledakannya bisa berbahaya tentunya, apa lagi kalau bom tersebut meledaknya pada saat sedang di bawa, wahhhh… pasti minimalnya luka berat dan maksimalnya pasti mati orang yang membawanya ![]()
Meurut pengamatan im.grandong, pasti para pelaku teror bom sudah memiliki target jelas. Yaitu orang-orang yang dianggap sebagai musuh Islam. Ulil Abshar Abdallah yang dikenal aktif sebagai penggiat Jaringan Islam Liberal, Ahmad Dhani yang dianggap memiliki kaitan dengan Yahudi, serta para pejabat yang dituding kafir, itu hanya pengamatan saya saja, benar atau tidaknya belum bisa di pastikan.
Orang-orang yang saya sebutkan tadi merupakan sasaran awal, tapi kemudian menjadi tidak jelas ketika ada satu paket bom di Kota Wisata, tak ada individu yang jadi target. Lalu dengan kepanikan masyarakat ketika muncul paket-paket yang dianggap mencurigakan di mana-mana, semakin tak jelas apa target kelompok ini. Mungkin kepanikan itu sendiri targetnya. Yang jelas aparat keamanan dan tim gegana di sibukan oleh banyaknya teror bom yang terjadi di sekitar Ibu kota, dan tidak menutup kemungkinan teror bom akan merambah ke kota-kota kecil di seluruh Indonesia.